Aliansi Biru Ceria (ABC): Khofifah Adalah Sosok Umaro dan Ulama Kekinian

Surabaya-SN.News – Berakhir sudah Gelaran Kongres XVIII Muslimat NU di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (15/02/2024).

Pada gelaran Kongres tahun ini telah memilih Khofifah Indar Parawansa sebagai Ketua Dewan Pembina Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) periode 2025-2030. Arifatul Choiri Fauzi sebagai Ketua Harian PP Muslimat NU 2025-2030.

“Selamat atas terpilihnya Ibu Khofifah Indar Parawansa sebagai Ketua Dewan Pembina Muslimat NU, semoga beliau bisa melanjutkan kebaikan serta keberhasilannya dalam memimpin Muslimat Sebelum ini,” papar Aven Januar – Presidium Aliansi Biru Ceria (ABC) pada media, Minggu (16/2/2025).

Menurutnya, sosok Khofifah adalah sosok Umara dan Ulama yang seimbang kekinian. Dalam filosofi Islam Nusantara, Ulama adalah sosok yang berperan membangun etika dan nilai-nilai agama, sedangkan Umara berperan membangun masyarakat dan politik.

“Dua sisi peran strategis Khofifah adalah Dalam organisasi Muslimat NU, Khofifah adalah Ulama dan dalam kepemerintahan Khofifah adalah Umara atau Gubernur yang merupakan sosok pimpinan masyarakat Jawa Timur,” jelas Aven Januar yang juga Aktifis Reformasi 98 Yogyakarta ini.

Aven menambahkan dasawarsa terakhir sosok yang melekat dengan sosok Ulama dan Umara seimbang adalah sosok almarhum KH Abdurrahman Wahid atau yang biasa dipanggil Gus Dur ini. Gus Dur telah berhasil sebagai Ulama saat beliau menjadi Ketua PBNU 1984 – 1999. Dan berhasil menjadi Umara saat beliau menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia tahun 1999-2001.

“Terlepas dari Polemik turunnya Gus Dur sebagai Presiden RI, telah menginspirasi dan pembelajaran bagi Khofifah untuk melanjutkan keseimbangan sosok Gus Dur selaku Ulama dan Umara, ” papar Aven Januar yang juga Koordinator Komunitas Ngobrol Pintar ini.

Maka dari itu, lanjutnya, dalam mempelajari serta menjadikan karakter Ulama dan Umara Seimbang sebagai Karakter Dasar para pemuda Indonesia, Aliansi Biru Ceria akan rutin menggelar Ngaji Kebangsaan secara berkala pada kota – kota besar di Jawa Timur yang memiliki jumlah kaum milenial dan gen Z tertinggi seperti Surabaya, Malang, Jember, Madiun, Kediri hingga Sumenep.

“Ngaji Kebangsaan itu menjadikan Legacy Khofifah sebagai percontohan sosok Ulama dan Umara yang berhasil, nantinya Khofifah akan menjadi Dewan Pembina bagi Ngaji Kebangsaan ABC Jawa Timur,” pungkas Aven Januar (Siaji/Tim)