
Lamongan~SN.News // Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) Desa Tambak Ploso, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, diduga menghindari wartawan dan aktivis LSM yang ingin meminta klarifikasi terkait pelaksanaan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), Jumat (3/5).
Kunjungan tersebut dilakukan oleh sejumlah awak media bersama Ketua DPP LSM Gempar, Bang Tyo, ke kediaman Ketua Pokmas, Bambang. Namun, saat tiba di lokasi usai salat Jumat, mereka hanya ditemui oleh istri Bambang, yang menyampaikan bahwa suaminya sedang berada di sawah untuk menanam padi.
Menanggapi hal itu, Bang Tyo merasa alasan tersebut janggal. Menurutnya, sangat tidak lazim jika seseorang memilih berada di sawah pada waktu salat Jumat dan waktu makan siang.
“Masak hari Jumat, umat Islam biasanya salat Jumat, tapi dia (Bambang) malah di sawah. Paling tidak, pasti pulang untuk istirahat atau makan,” ujar Bang Tyo kepada awak media.
Karena belum berhasil bertemu langsung, Bang Tyo bersama beberapa wartawan sepakat untuk menunggu di ujung jalan sambil menikmati kopi di sebuah warung. Namun, situasi menjadi tidak kondusif ketika sekelompok pemuda yang diduga dalam pengaruh minuman keras menghampiri dan menyampaikan bahwa ada sejumlah orang di dalam mobil yang membawa senjata tajam berupa celurit.
Melihat potensi ancaman, rombongan memutuskan segera meninggalkan lokasi untuk menghindari keributan.Bang Tyo menyampaikan bahwa pihaknya akan segera melayangkan surat pengaduan masyarakat kepada instansi terkait mengenai pelaksanaan program PTSL di Desa Tambak Ploso.
Selain itu, ia juga berencana berkoordinasi dengan pihak berwenang terkait dugaan intimidasi oleh pemuda yang membawa senjata tajam.
“Kami akan kirim surat resmi dalam waktu dekat. Bukan hanya terkait PTSL, tapi juga masalah sosial lainnya yang memerlukan pengawasan dan kontrol dari masyarakat,” tegas Bang Tyo.(Tim)*
