BREBES, Suluhnusantara.News | Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan terus mendorong transformasi pertanian menuju era modern berbasis teknologi. Salah satu langkah nyatanya diwujudkan lewat kegiatan Farmer Field Day (FFD) atau Sekolah Lapang Tematik Pertanian DAK Nonfisik 2025, yang digelar di Aula Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Bumiayu, Senin (3/11/2025).
Kegiatan ini diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri atas unsur Forkopimcam Bumiayu, penyuluh pertanian, serta perwakilan kelompok tani dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Bumiayu.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes Ir. Moh. Furqon Amperawan, MP, Sekcam Bumiayu Akhmad Rofi’i, MSi mewakili Camat, Kapolsek Bumiayu AKP Edi Mardiyanto, SE, Babinsa Serka Joko Erwanto mewakili Danramil 08/Bumiayu, serta Koordinator BPP Bumiayu Anisah Efta Riska, S.TP.
Dalam sambutannya, Ir. Moh. Furqon Amperawan menjelaskan bahwa kegiatan FFD dilaksanakan serentak di 17 kecamatan se-Kabupaten Brebes, dengan melibatkan 10 desa per kecamatan, dan setiap desa diwakili oleh tiga petani terpilih.
“Melalui program sekolah lapang ini, kita ingin melahirkan petani-petani modern yang melek teknologi. Mereka dilatih mengoperasikan alat dan mesin pertanian terkini, serta diajarkan memilih bibit unggul agar produktivitas meningkat,” ujarnya.
Furqon menegaskan, modernisasi pertanian bukan sekadar penggunaan alat, tetapi juga perubahan cara berpikir petani agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan tantangan perubahan iklim.
Dalam kesempatan yang sama, Furqon juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah desa terhadap program ketahanan pangan.
“Sesuai amanat regulasi, 20 persen dana desa harus dialokasikan untuk ketahanan pangan. Kami mendorong agar pemerintah desa aktif mengimplementasikan hasil pelatihan ini di lapangan,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar petani tidak mudah tergiur membeli pupuk bersubsidi secara online, mengingat banyaknya modus penipuan yang mengatasnamakan distribusi pupuk.
“Pupuk bersubsidi tidak dijual bebas. Penyalurannya terbatas dan hanya melalui jalur resmi,” tegasnya.
Sementara itu, Sekcam Bumiayu Akhmad Rofi’i, MSi, mewakili Camat Bumiayu, memberikan apresiasi kepada Dinas Pertanian dan BPP Bumiayu atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami berharap kegiatan FFD ini mampu meningkatkan hasil usaha pertanian masyarakat. Ini bentuk nyata sinergi antara pemerintah daerah, penyuluh, dan petani dalam membangun sektor pertanian yang tangguh dan produktif,” ujarnya.
Kegiatan kemudian diakhiri dengan panen bersama, ramah tamah, dan penutupan acara. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif berkat pengamanan dari Polsek Bumiayu.
Dalam kesempatan itu, Kapolsek Bumiayu AKP Edi Mardiyanto, SE menyatakan bahwa jajaran kepolisian siap mendukung penuh kegiatan masyarakat yang berdampak positif bagi kesejahteraan warga.
“Polri akan selalu hadir mendukung kegiatan masyarakat, termasuk dalam bidang pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian Brebes,” ujarnya singkat.
Kegiatan Farmer Field Day menjadi bagian penting dari upaya transformasi pertanian Kabupaten Brebes menuju pertanian cerdas (smart farming). Dengan melibatkan petani, penyuluh, dan perangkat desa secara aktif, pemerintah berkomitmen membangun ekosistem pertanian berkelanjutan yang adaptif terhadap teknologi, efisien, dan ramah lingkungan.
Brebes yang selama ini dikenal sebagai lumbung bawang merah nasional kini mulai memperluas fokusnya pada penerapan inovasi di sektor pertanian, dari hulu hingga hilir, demi menciptakan petani tangguh dan mandiri di era digital. ( Rizal Sismoro).
