Dugaan Aksi Premanisme Modus Pinjam Motor Paksa, Terjadi di Bangsal Batu Bata

Banyuasin – Suluhnusantara.news
Aksi dugaan premanisme kali ini terjadi di sebuah bangsal batu bata milik warga di Jalan Pangkalan Benteng RT 09, Desa Pangkalan Benteng, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, pada Minggu (25/5/2025) sekitar pukul 15.00 WIB. Seorang pekerja bernama Irol nyaris kehilangan sepeda motor miliknya saat sedang bekerja.

Peristiwa bermula ketika Irol sedang menyusun batu bata untuk dibakar. Tiba-tiba, seorang pria tak dikenal terlihat menggeser sepeda motor Yamaha Mio M3 warna biru milik Irol yang terparkir di sekitar lokasi. Menyadari hal tersebut, Irol langsung bereaksi.
“Eh, mau diapakan motor saya itu?” teriak Irol, yang sontak membuat pria itu terkejut.

Pelaku kemudian berdalih ingin meminjam motor, namun Irol menolak lantaran merasa tidak mengenal pria tersebut. Bukannya mundur, pria bertatto dileher itu justru memaksa agar mendapatkan motor milik Irol. Merasa terancam, Irol langsung memfoto pelaku sebagai bentuk antisipasi.

“Saya takut, apalagi dia sempat mengancam, ‘Ini belum selesai ya, saudara saya polisi” ujarnya dengan nada mengintimidasi,” kata Irol kepada wartawan.
“Saya tidak tahu maksudnya apa, menyebutkan kalimat, “ini belum selesai dan bilang saudaranya polisi, dengan sikap arogan,” tambah Irol.

Irol pun segera menghubungi warga sekitar dan mengabari saudara2nya, salah satu nya Thuhib, yang merupakan seorang wartawan. Tak lama, Thuhib datang ke lokasi untuk melakukan penelusuran dan meminta keterangan dari para saksi.

Salah satu warga, Pak Ko, mengaku tidak mengenal pria tersebut.
“Dia hanya nebeng kendaraan saya dari arah Klinik 24 Jam Megah Asri, lalu minta turun di warung Sastra. Saya kaget saat Irol bilang, orang itu mengaku disuruh saya pinjam motornya,” ujar Pak Ko.

Pak Ko juga menyampaikan bahwa dirinya pernah kehilangan sejumlah barang di bengkel, dan menduga pelaku bisa jadi orang yang sama. Ia menyarankan agar wartawan mengecek warung di dekat tower tempat pria itu sempat berhenti.

Saat dikonfirmasi, pemilik warung bernama Sastra mengaku tidak mengenal pria bertato tersebut.

Beruntung, aksi dugaan perampasan motor ini berhasil digagalkan berkat keberanian pemilik motor. Meski tidak sampai terjadi kekerasan, Irol mengaku trauma dan berharap aparat keamanan segera menindaklanjuti laporan ini demi menjaga rasa aman di lingkungan tempat ia bekerja.

(Thuhib)