Surabaya,SN.News – Panitia Kerja (Panja) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Murung Raya melaksanakan kunjungan kerja kepada DPRD Kota Surabaya dan Pemerintah Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur, pada hari Rabu (15/04/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan utama untuk menyerap berbagai strategi pembangunan yang telah diimplementasikan Kota Surabaya, sekaligus memperkaya bahan analisis dalam penyusunan rekomendasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Murung Raya Tahun Anggaran 2025. Kunjungan kerja yang dilakukan juga diharapkan dapat menjadi jembatan kerja sama yang lebih erat antara kedua daerah dalam rangka mempercepat pembangunan berkelanjutan.
Ketua Panja LKPJ DPRD Kabupaten Murung Raya, Rejekinoor, menyampaikan pentingnya kunjungan kerja ini sebagai upaya memastikan bahwa rekomendasi yang akan diberikan oleh DPRD kepada Pemerintah Kabupaten Murung Raya memiliki nilai tepat, tajam, serta sejalan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Menurutnya, pembelajaran dari daerah yang telah memiliki sistem pembangunan yang matang sangat krusial untuk menghindari kesalahan yang tidak perlu dalam pelaksanaan program di Murung Raya.
“Kunjungan kerja ini menjadi landasan penting bagi kami dalam merumuskan rekomendasi yang berkualitas tinggi dan disusun dengan penuh ketelitian terhadap LKPJ yang telah disampaikan oleh kepala daerah,” ungkap Rejekinoor.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Panja LKPJ juga mengemukakan bahwa pembelajaran yang diperoleh dari Kota Surabaya dinilai sangat relevan untuk diterapkan di Kabupaten Murung Raya, khususnya dalam rangka penguatan sistem birokrasi yang efektif dan didukung oleh alokasi anggaran yang terukur dengan baik. Ia menambahkan bahwa efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan anggaran menjadi salah satu fokus utama yang ingin diperbaiki.
Salah satu poin penting yang menjadi fokus perhatian adalah penerapan sistem terintegrasi berbasis konsep “satu peta, satu data”, yang memuat seluruh program pembangunan – baik yang sedang berjalan maupun yang akan dilaksanakan dalam periode mendatang. Sistem ini dipercaya dapat menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan tumpang tindih program dan ketidaksesuaian data yang sering menjadi kendala dalam pembangunan daerah.
“Melalui implementasi sistem tersebut, seluruh program pembangunan dapat dipantau secara terstruktur dan terpadu, sehingga memudahkan dalam pengambilan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, delegasi dari Murung Raya juga mendapatkan paparan terkait bagaimana Kota Surabaya mengelola data spasial untuk mendukung perencanaan pembangunan wilayah, mulai dari sektor infrastruktur, kesehatan, pendidikan, hingga pengelolaan lingkungan hidup. Beberapa dokumentasi dan panduan teknis juga diberikan untuk mempermudah proses adaptasi sistem di Murung Raya.
Sebagai tindak lanjut dari kunjungan kerja ini, DPRD Kabupaten Murung Raya telah mencatat sejumlah poin strategis yang perlu diperkuat secara berkelanjutan di masa depan. Di antaranya adalah peningkatan kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui pelatihan khusus terkait manajemen data dan teknologi informasi, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan memanfaatkan data spasial untuk mengidentifikasi potensi ekonomi daerah, serta penggalian potensi sektor perpajakan sebagai salah satu pilar utama pembangunan daerah.
“Kita tidak hanya ingin meniru sistem secara formal, namun benar-benar mengimplementasikannya dengan memperhatikan kondisi dan potensi yang dimiliki Kabupaten Murung Raya. Semua upaya ini bertujuan untuk memberikan pelayanan terbaik dan pembangunan yang merata bagi seluruh masyarakat kita,” tutup Rejekinoor dengan penuh semangat.
(M.Ilmi)
