PANGKALPINANG– Suluhnusantara.News — Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Rudianto Tjen, mengajak masyarakat menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai momentum strategis untuk memperkuat kepedulian sosial dan mempererat solidaritas antarwarga.
Menurutnya, Ramadhan bukan sekadar kewajiban ibadah tahunan, melainkan ruang refleksi untuk memperbaiki diri sekaligus memperkuat komitmen kemanusiaan. Nilai-nilai kesabaran, keikhlasan, dan pengendalian diri yang diajarkan selama bulan puasa, kata dia, harus tercermin dalam sikap nyata di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Ramadhan adalah bulan pendidikan spiritual. Kita dilatih menahan diri, menumbuhkan empati, dan merasakan apa yang dirasakan saudara-saudara kita yang kurang beruntung. Dari situlah lahir kepedulian yang tulus,” ujarnya, Rabu (18/02/2026).
Ia menekankan pentingnya memperbanyak aksi berbagi, baik melalui bantuan sosial, santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa, maupun bentuk kepedulian lain yang dapat meringankan beban masyarakat. Dalam situasi ekonomi yang masih menantang, menurutnya, semangat gotong royong menjadi kunci menjaga ketahanan sosial.
Rudianto juga mengingatkan agar suasana Ramadhan dijaga tetap kondusif, damai, dan penuh kebersamaan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat—tokoh agama, pemuda, hingga aparatur pemerintah—untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang harmonis sehingga umat Muslim dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan tenang.
“Ramadhan harus menjadi perekat persaudaraan. Perbedaan pandangan jangan sampai memecah kebersamaan. Justru di bulan suci ini kita memperkuat silaturahmi dan menumbuhkan semangat persatuan,” tegasnya.
Ia berharap nilai-nilai kebaikan yang tumbuh selama Ramadhan tidak berhenti saat bulan suci berakhir, tetapi terus menjadi fondasi dalam kehidupan sosial sehari-hari.
“Semoga Ramadhan tahun ini benar-benar menjadi titik balik untuk memperluas kepedulian, mempererat persaudaraan, dan menghadirkan lebih banyak kebaikan di tengah masyarakat,” tutupnya. ( Darmawan)