Banyuwangi.SN.News – Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dari PT PLN (Persero) kembali diwujudkan melalui kegiatan serah terima dan peresmian bantuan Desa Siaga Bencana serta sosialisasi mitigasi bencana El Nino di Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi.
Peresmian dilaksanakan pada Selasa, 14 April 2026. Bantuan senilai Rp200 juta tersebut difokuskan untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat, khususnya saat musim kemarau mencapai puncaknya akibat fenomena El Nino.
Fasilitas yang dibangun meliputi tandon air, jaringan pipanisasi sepanjang 1.300 meter, serta sambungan rumah yang menjangkau 55 penerima manfaat. Infrastruktur ini diharapkan menjadi solusi jangka menengah dalam mengurangi risiko krisis air bersih yang kerap terjadi saat kemarau panjang.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kepala Dinas PU CKPP Kabupaten Banyuwangi Cahyanto Hendri Wahyudi, Sekretaris Dinas PU Pengairan Kabupaten Banyuwangi Riza Al Fahroby, unsur Forkopimcam Bangorejo, serta perangkat desa setempat.
Kepala Desa Kebondalem, Iksan, mewakili Kelompok Masyarakat (Pokmas) Sumber Alam, menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut. Ia berharap fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat serta dikelola secara berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan air bersih, terutama saat musim kemarau.
Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono yang turut meresmikan program tersebut menyampaikan harapannya agar bantuan ini dapat meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana kekeringan. Ia juga berpesan kepada masyarakat untuk menjaga dan merawat fasilitas yang telah diberikan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Di sisi lain, General Manager PT PLN UIP JBTB, Hendro Prasetyawan, menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata komitmen PLN dalam mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga sumber daya air serta kesiapsiagaan menghadapi dampak perubahan iklim, termasuk fenomena El Nino.
Dengan adanya program ini, Desa Kebondalem diharapkan semakin siap menghadapi potensi bencana kekeringan, sekaligus menjadi contoh desa siaga bencana yang mampu beradaptasi terhadap perubahan iklim secara mandiri dan berkelanjutan.( Iksan Suryadi )
