Puluhan Massa Aliansi Rakyat  Datangi Kantor DPRD Pati, Tuntut Hak Angket Direalisasikan

PATI, Suluhnusantara.news – Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Menggugat hari ini mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pati untuk menyampaikan tiga tuntutan, Jumat (01/03/2024).

Adapun tuntutan tersebut, pertama massa ingin agar hak angket yang digaungkan oleh rakyat segera direalisasikan. Kedua, massa merasa kecewa dengan sikap Presiden Jokowi yang diduga turut campur pada Pemilu kemarin, serta menuntut agar harga sembako terutama beras bisa distabilkan.

Dalam aksi tersebut, massa yang berjumlah puluhan orang tersebut  juga membawa beberapa banner bertuliskan turunkan Presiden Jokowi, Tolak Pemilu Curang, Turunkan Hak Angket, Turunkan Harga Beras.

Sumadi, selaku koordinator aksi dalam orasinya menyampaikan keluh kesahnya atas dugaan kecurangan yang terjadi selama pemilu kemarin. Pihaknya menuntut agar DPRD Kabupaten Pati bisa mendukung aksinya ini dan menyampaikan aspirasi mereka ke pemerintah pusat (DPR RI) mendukung realisasi hak angket.

Disamping menggulirkan hak angket, Sumadi juga mengorasikan campur tangan Presiden Jokowi selama masa kampanye Presiden lalu. Untuk itu dirinya meminta agar presiden Jokowi mundur dari jabatannya sebagai orang nomor satu di Indonesia, karena dirasa telah menciderai kehidupan demokrasi.

“Rakyat Indonesia dari seluruh penjuru negeri ini sudah mengkhawatirkan demokrasi yang dibangun oleh penguasa saat ini yang tidak mencerminkan sebagai orang yang beretika dan bermoral. Bagaimana seorang Presiden melakukan kampanye bagikan bansos. Jokowi menghambur-hamburkan uang atas nama bansos, ” cetus Sumadi.

Rakyat Indonesia harus cerdas. Turunkan hak angket, jangan mau dipolitisi bansos supaya kekuasaan langgeng. Bongkar semua, kami tolak dinasti tirani,” ungkapnya.

Kebijakan presiden Jokowi dalam membagikan bantuan sosial atau bansos berupa beras saat masa kampanye lalu juga disinyalir oleh massa merupakan suatu tindakan untuk kepentingan politik.

Apalagi , dampak dari bagi-bagi bansos tersebut menjadikan harga beras saat ini melambung tinggi, sehingga, massa menilai rakyatlah yang menjadi korban.

“Bagaimana suaranya wong cilik, saat ini harga mahal semuanya. Jangan mau dibodohi. Bansos yang diberikan juga dari uang rakyat yang hanya bisa dinikmati oleh segelintir orang,” sambungnya.

Dengan adanya dukungan DPRD untuk menyampaikan aspirasi berupa hak angket ke pemerintah pusat, massa berharap dapat menciptakan kehidupan demokrasi sebagaimana mestinya.

Bambang Susilo Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Pati menanggapi aksi demo hari ini mengatakan,” Atas nama pribadi dan atas nama seluruh anggota dewan berterima kasih kepada massa Aliansi Rakyat Menggugat yang hadir karena aksi demo damai, tertib, dan aman.

Disampaikan Bambang, diikarenakan banyak anggota dewan yang melakukan kegiatan, maka oleh Ketua DPRD dirinya ditugaskan selaku Ketua Komisi A untuk menerima. Secara prinsip mendukung dan siap menandatangani pernyataan yang dibuat untuk kemudian diteruskan ke DPR RI. (Red/ARM)

Jurnalis : S.dmn