Brebes – Suluhnusantara.news – Kondisi tower antena radio FM milik Pemerintah Kabupaten Brebes yang berada di Kecamatan Paguyangan memprihatinkan. Struktur rangka besi tower dilaporkan mengalami keropos parah dan dinilai rawan roboh, terutama saat cuaca ekstrem.
Tower setinggi sekitar 50 meter tersebut dibangun pada tahun 2012 dan berfungsi sebagai penyangga antena siaran radio Top FM. Hingga kini, tower tersebut belum pernah menjalani perbaikan konstruksi secara menyeluruh.
Manajer Top FM, Ahmad Syaehu, saat ditemui di studio menyampaikan bahwa selama lebih dari satu dekade, perawatan tower hanya sebatas pengecatan ulang tanpa penguatan struktur.
“Sejak dibangun tahun 2012, belum pernah ada perbaikan konstruksi. Hanya dilakukan pengecatan ulang,” ujarnya, Senin (2/2/2026).
Syaehu yang akrab disapa Bayu mengungkapkan kekhawatiran serius terkait keselamatan karyawan. Menurutnya, rangka besi tower sudah banyak yang keropos dan tidak lagi kokoh menahan terpaan angin kencang.
“Kalau hujan deras disertai angin, kami semua merasa waswas. Takut tower ini roboh seperti kejadian tower BTS di Desa Winduaji beberapa tahun lalu,” jelasnya.
Kekhawatiran tersebut diperkuat dengan seringnya bagian rangka tower yang terlepas dan jatuh, terutama saat hujan deras atau angin kencang. Potongan besi bahkan beberapa kali menimpa atap bangunan studio radio.
“Sudah sering rangka besi jatuh, biasanya mengenai genteng studio. Ini jelas membahayakan,” tambah Bayu.
Pihak manajemen Top FM berharap Pemerintah Kabupaten Brebes dapat segera mengalokasikan anggaran untuk perbaikan atau penggantian tower dengan konstruksi yang lebih aman dan kuat.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Kabupaten Brebes, Warsito Eko Putro, membenarkan adanya keluhan terkait kondisi tower tersebut.
“Masukan dari Top FM memang sudah kami terima. Nanti akan kami upayakan pengajuan anggaran untuk perbaikannya,” kata Warsito. Pungkasnya. ( Rizal Sismoro )
