Warga Desa Kenagarian Batagak Mengeluh, Akses Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki

SN.News,Batagak,Bukittinggi – Senin, 28 April 2025Warga Desa Batagak, Kecamatan Sungai Puar, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mengeluhkan kondisi jalan desa yang sudah lama rusak namun belum juga diperbaiki.

Keluhan warga juga ditujukan kepada Wali Nagari Batagak, Zulkarnaini, yang dianggap tidak merespon aspirasi masyarakat sejak menjabat dua tahun lalu.

Menurut beberapa warga yang diwawancarai Awak media online SN.News, kondisi jalan yang rusak parah dan berlubang telah menyebabkan kecelakaan, khususnya bagi pengendara sepeda motor dan anak-anak sekolah dasar yang melintasi jalan tersebut.

“Sudah sering warga jatuh dan terluka, anak-anak sekolah pun sering terjatuh saat bersepeda karena jalan yang rusak parah, apalagi jalannya menanjak,” ungkap salah seorang warga.

Warga juga menyayangkan tidak adanya tanggapan atas usulan mereka terkait pengurusan BPJS Kesehatan. “Kami sudah lama mengusulkan bantuan BPJS, tapi belum juga ada respon,” tambah warga lainnya.

Selain itu, warga merasa bahwa pembagian bantuan sosial (bansos) tidak adil. Mereka menilai hanya orang-orang dekat wali nagari yang mendapatkan bantuan tersebut.

“Kami yang benar-benar layak tidak pernah mendapat bantuan. Katanya data dari pusat, tapi kami tahu data itu dari nagari dulu baru dikirim ke pusat,” ujar seorang warga dengan nada kecewa.

Sementara itu, Zulkarnaini selaku Wali Nagari Batagak menyampaikan kepada wartawan bahwa bantuan sosial sudah disalurkan kepada warga sesuai data dari pusat.

“Nama-nama penerima bantuan sudah ditetapkan dan kami hanya menyalurkan sesuai data dari atas,” ujarnya.

Namun, pernyataan tersebut diragukan oleh warga. Mereka menilai proses pendataan seharusnya dimulai dari nagari, bukan langsung dari pusat. Kekecewaan warga juga bertambah karena pelayanan administrasi di kantor wali nagari dianggap lamban dan tidak maksimal.Kondisi kantor wali nagari yang aktif saat ini pun menjadi sorotan.

Menurut warga, bangunannya sempit dan tidak layak pakai. Sementara itu, pembangunan kantor wali nagari yang baru terbengkalai selama hampir dua tahun.

“Pondasinya mulai rapuh, besinya sudah berkarat, dan rumput liar tumbuh tinggi,” jelas warga.

Warga Batagak berharap agar pihak berwenang, termasuk KPK, segera turun tangan untuk menyelidiki dan memeriksa kinerja Wali Nagari Batagak. Mereka menuntut adanya perubahan yang nyata dan perhatian serius terhadap kebutuhan masyarakat.

Pewarta : Anggi Cut Prilian